
Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung melakukan kunjungan kelembagaan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Transmigrasi Provinsi Lampung dalam rangka tindak lanjut kerja sama serta penjajakan program rihlah akademik dan tridarma perguruan tinggi, Senin (12/10/2026)
Bandar Lampung, 12 Oktober 2026 — Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung melakukan kunjungan kelembagaan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung, Senin (12/10/2026). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara UIN Raden Intan Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung sekaligus penjajakan program kolaboratif dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kompetensi mahasiswa.
Rombongan FUSA UIN Raden Intan Lampung dipimpin oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Ahmad Muttaqin, M.Ag., didampingi Sekretaris Program Studi Pemikiran Politik Islam Gesit Yudha, M.I.P., serta dosen Program Studi Pemikiran Politik Islam Angga Natalia, M.I.P.
Kehadiran rombongan disambut oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Muhammad Aziz Satriya Jaya, S.E., M.Si., beserta jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis dengan pembahasan sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Ahmad Muttaqin menyampaikan salam dari Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung, Dr. H. Mahmudin Bunyamin, Lc., M.A. Ia menyampaikan bahwa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama menyambut positif peluang kerja sama dengan Dinas PMDT Provinsi Lampung, terutama dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dan peningkatan kompetensi mahasiswa.
“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa serta menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat, desa, dan kawasan transmigrasi di Provinsi Lampung,” ujar Ahmad Muttaqin.
Ia menjelaskan, keterlibatan Program Studi Pemikiran Politik Islam dalam kunjungan tersebut berkaitan dengan rencana pelaksanaan rihlah akademik sebagai salah satu upaya memperkuat kompetensi keilmuan mahasiswa. Rihlah akademik diarahkan untuk memberikan pemahaman praktis mengenai tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, pembangunan berbasis potensi lokal, hingga pengelolaan kawasan transmigrasi.
Menurutnya, kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah daerah menjadi penting karena mahasiswa tidak cukup hanya memahami tata kelola pemerintahan secara konseptual. Mahasiswa juga perlu melihat bagaimana kebijakan dirumuskan, dilaksanakan, dievaluasi, serta bagaimana pemerintah daerah menghadapi berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa dan masyarakat.
Sekretaris Dinas PMDT Provinsi Lampung, Muhammad Aziz Satriya Jaya, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Kehadiran mahasiswa dan dosen UIN Raden Intan Lampung dinilai dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan antara dunia akademik dengan praktik pembangunan masyarakat, desa, dan transmigrasi di Provinsi Lampung.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai program kerja, pemetaan persoalan, serta tantangan pembangunan desa dan kawasan transmigrasi. Diskusi menjadi ruang awal untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang memungkinkan dikembangkan dalam bentuk pembelajaran lapangan, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, maupun kegiatan peningkatan kapasitas mahasiswa.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah tata kelola pemerintahan desa. Pembahasan mencakup pentingnya penguatan kapasitas aparatur desa, transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, pengelolaan data desa, partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik. Tata kelola desa yang baik dipandang menjadi fondasi penting agar pembangunan dapat dilaksanakan secara partisipatif, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pada aspek ekonomi desa, pembahasan diarahkan pada penguatan potensi ekonomi lokal melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku usaha desa, pengembangan produk unggulan, serta perluasan akses pasar. Potensi pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan produk lokal dapat dikembangkan berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah sehingga desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
Pertemuan juga menyoroti pentingnya pemetaan potensi dan permasalahan desa di Provinsi Lampung. Setiap desa memiliki karakter sosial, ekonomi, geografis, dan budaya yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pembangunan yang tidak seragam. Pemetaan berbasis data dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan, mengidentifikasi desa yang memiliki potensi unggulan, sekaligus menemukan desa yang masih membutuhkan penguatan kapasitas kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat.
Selain pembangunan desa, isu transmigrasi turut menjadi salah satu bagian strategis dalam pembahasan. Pengembangan kawasan transmigrasi tidak hanya berkaitan dengan perpindahan dan penempatan penduduk, tetapi juga menyangkut pembangunan kawasan, integrasi sosial, penguatan ekonomi masyarakat, penyediaan layanan dasar, pengembangan sumber daya manusia, serta keberlanjutan hubungan antara masyarakat transmigran dan masyarakat lokal.
Dalam konteks akademik, kawasan transmigrasi juga membuka ruang kajian yang luas bagi mahasiswa Pemikiran Politik Islam, terutama mengenai tata kelola pemerintahan lokal, integrasi sosial, politik identitas, pembangunan masyarakat multikultural, partisipasi politik, serta relasi negara dan masyarakat dalam proses pembangunan daerah.
Melalui pertemuan tersebut, kedua institusi memiliki ruang untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret dalam bentuk rihlah akademik, kuliah praktisi, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, magang mahasiswa, penyusunan kajian kebijakan, serta forum diskusi mengenai tata kelola desa dan pembangunan kawasan transmigrasi.
Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung berharap sinergi dengan Dinas PMDT Provinsi Lampung dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi jembatan antara pengembangan keilmuan di perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan daerah sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman akademik yang lebih kontekstual, sementara pemerintah daerah mendapatkan dukungan pemikiran dan kajian dari kalangan akademisi.
Kerja sama ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FUSA UIN Raden Intan Lampung dalam memperluas jejaring kelembagaan dan menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga bersentuhan langsung dengan persoalan nyata di masyarakat.

UIN Raden Intan Lampung, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Pemikiran Politik Islam, Dinas PMDT Lampung, Kerja Sama, Tata Kelola Desa, Ekonomi Desa, Transmigrasi, Rihlah Akademik, Tridarma Perguruan Tinggi.